Friday, 27 February 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Indeks Dolar AS (DXY) memangkas kenaikan,Jelang Pergantian Tahun
Wednesday, 31 December 2025 19:23 WIB | US DOLLAR |DOLLAR

Indeks Dolar AS (DXY) tetap sedikit lebih tinggi dalam sesi akhir tahun yang tenang pada hari Rabu. Namun, Indeks telah kehilangan sebagian besar kenaikan harian, setelah mencapai puncaknya di 98,44, dan diperdagangkan di dekat 98,25 menjelang pembukaan sesi AS.

DXY, yang mengukur nilai dolar AS terhadap sekeranjang enam mata uang, diperdagangkan sekitar 2% di bawah puncak November, di 100,40, dan berada di jalur depresiasi tahunan hampir 10%, kinerja terlemahnya dalam delapan tahun terakhir.

Dolar AS telah menjadi salah satu mata uang G8 dengan kinerja terlemah pada tahun 2025.
Kekhawatiran investor tentang dampak kebijakan perdagangan Presiden AS Donald Trump yang tidak menentu dan tanda-tanda perlambatan ekonomi yang semakin meningkat telah mendorong posisi short Dolar AS sepanjang tahun. Selain itu, tekanan politik yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap Federal Reserve untuk memangkas biaya pinjaman telah mengikis kepercayaan pasar terhadap independensi bank tersebut, sehingga mempertanyakan status Dolar AS sebagai mata uang cadangan dunia.

Dengan mempertimbangkan hal ini, Federal Reserve masih berada di tengah siklus pelonggaran moneternya, pada saat sebagian besar bank sentral dunia telah mencapai tingkat suku bunga terminalnya. Ini telah menjadi hambatan besar bagi pemulihan Dolar AS yang signifikan, dan kemungkinan akan terus menekan Dolar AS pada tahun 2026.

Volume perdagangan tetap rendah pada hari perdagangan terakhir tahun ini, tetapi laporan Klaim Pengangguran mingguan AS mungkin memberikan dorongan terakhir bagi pasar valuta asing. Permohonan tunjangan pengangguran diperkirakan telah meningkat menjadi 220.000 pada minggu 16 Desember, dari 214.000 pada minggu sebelumnya. Risiko bagi USD cenderung ke arah penurunan.(cay)

Sumber: Fxstreet

RELATED NEWS
Franc Menguat, Dolar Tertekan...
Tuesday, 20 January 2026 14:35 WIB

Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...

Tarif Trump Mengintai, Dolar Sulit Bangkit...
Tuesday, 20 January 2026 14:19 WIB

Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...

Dolar Tertahan, Pasar Menunggu Rilis Data NFP...
Thursday, 8 January 2026 17:02 WIB

Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...

Dolar Menguat ke Level Tertinggi Lebih dari 2 Minggu...
Tuesday, 6 January 2026 23:35 WIB

Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...

Dolar AS Mulai Goyah di Awal 2026, Yen Jadi Sorotan dan Pasar Waspada...
Friday, 2 January 2026 14:05 WIB

Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS